Trip Story Part III: Di Indonesia (2)
Umminya YYI cerita:
Banyak kejadian, percakapan antara YY dan saya yang membuat saya tersenyum . Ketajaman pengamatan dan analisa sederhana seorang anak malah kadang membuat saya makin berpikir dua kali (bahkan beberapa kali deng
). Beberapa hal di bawah ini yang sempat saya rekam saat kami bersilaturahim ke tanah air tercinta.
I. Wow…Banyak Sekali Restaurant!!
Saat itu saya dan emas sedang berjalan menyusuri ruas pejalan kaki yang penuh di debu di sepanjang jalan Margonda Raya, Depok.
E: Wah ummi, di depok banyak sekali restaurant ya. Kecil kecil lagi, dan orang bisa makan di sana. Wow..banyaaak sekali.
U:Restaurant?
E:Iya mi.
U:(Meyakinkan) Yang seperti di Mc Donald begitu?
E: Tidak mi, yang aku maksud yang seperti itu (menunjuk jejeran penjual makanan yang membuka standnya di ruas jalan). Tapi kenapa orang orang itu makan di jalan ini ya? (baca: ruas pejalan kaki). Aku kan jadi susah jalan, itu ibu ibu kasihan ngga punya tempat buat jalan.
U: Iya, itu ngga boleh sebenarnya.
E: Ngga ada yang hukum begitu?
U:*hanya menggeleng*
II. Warum Parken Sie trotzdem? (Kenapa kok tetap parkir sih?)
Kejadian ini juga terjadi saat saya mengajak jalan jalan Emas sambil berjalan kaki.
E: Di sini juga banyak tanda dilarang parkir dan berhenti ya ummi.
U: Iya. dimana mana ada peraturan lalu lintas agar tertib.
E: Iya emas tahu (then ia melihat banyak sekali orang orang parkir kendaraannya di sekitar tanda dilarang parkir)
U: Kenapa nak?
E: Di sini kenapa banyak orang yang tetap parkir padahal ada tanda dilarang parkir?
U: Iya mereka mungkin ngga tahu. Tapi sebenarnya memang ngga boleh dilakukan nak.
E: Dan kenapa banyak orang berhenti padahal tidak boleh berhenti?
U: Iya mereka mungkin ngga tahu juga atau kondisi darurat begitu.
E: Ohh..seperti mau makan? aber..warum parken Sie trotzdem?
U:![]()
III: Tidak Ada Pintunya!!!
Saya sedang mengenalkan transportasi umum di jakarta, so kami sedang naik kereta KRL ekonomi ke stasiun terdekat.
E: *masuk kereta, duduk dan bengong*
U: Kenapa nak?
E: Aku heran. Kenapa kereta di depok banyak tulisannya dan gelap?
U: Gelap mungkin karena saat ini siang, jadinya lampunya dimatikan. Trus banyak tulisannya, ya di sana kan juga suka ada kereta yang ada tulisannya juga nak.
E: Iya tapi di sini , banyaaakkk sekali.
U: Iya, disana dan di sini sama saja nak ada orang yang iseng dan ngga njaga kebersihan.
E: Di sini kenapa orang buang sampah di lantai kereta?
U: Iya itu ngga boleh, lagi juga ngga ada tempat sampah kayanya ya?
E: He eh. Ummii…tapi di indonesia asyik, banyak orang jualan di kereta *serius*
U: Hihihihi iya.
E: Trus mereka dapat uang banyak?
U: Ummi ngga tau nak. Semoga aja ya.
E: Tapi kadang mengganggu juga ya, apalagi kalo penuh begini.
U: He eh. *ngga tau juga harus nerangin apalagi*
E: Ummi, kenapa di kereta ini semua ngga ada pintunya ?!?
U: Awalnya ada nak, tapi mungkin dirusakin.
E: Itu ngga boleh dilakukan. Nanti bahaya, kalau orang terdorong gimana?
U: Iya ngga boleh, makanya emas ngga boleh berdiri di dekat pintu ya.
E: Iya mi. Tapi aku ngga suka kalau kereta ngga ada pintunya. Kenapa ngga dibetulin sih mi?. Aku ngga suka naik kereta ngga ada pintunya!!! *marah ama PJKA kayanya*
IV. Kenapa Semua Ngga Naik Kereta Ekspress??
Kami sekeluarga sedang naik kereta Ekspress. Tujuan akhir:Gambir.
E: Wow bagus, dingiiinn.
M:Iya baguuusss. Ngga bauuu.
U: *senyam senyum*
E: Ummi, kenapa orang orang di stasiun tadi ngga semuanya naik kereta ekspress?
U: Karena kereta ekspress ngga berhenti di setiap stasiun, lagi juga mungkin ada orang yang ngga punya uang untuk naik kereta ini, karcisnya mahal.
M:Iya mahal, mas juga tau mi.
E: Kasihan ya mi ngga bisa naik karena ngga punya uang.
U: Iya, makanya kita harus bersyukur padaNya ya.
E&M: Iyaaa*diam, tiba tiba ada segerombol penumpang masuk ke ruang masinis dan kereta tiba tiba berhenti di stasiun manggarai (padahal semestinya ngga berhenti*
E: Kok berhenti mi?
U: Ngga tau nak, ummi nanya dulu *ummi nanya ke bapak2 sebelah kenapa berhenti. ooo ternyata bila memberikan uang tips pada pak masinis, maka kereta bisa berhenti*. Ohhh..kata bapak itu orang orang itu mau turun.
E: Ooooo…
M: *tiba tiba mas jalan menuju ke depan pintu ruang masinis*
U: *mengikuti* Mas mau kemana?
M: Aku mau kaya bapak bapak itu, masuk!
U: Ngga bisa nak, belum sampai stasiun terakhir.
M: Pokoknya aku mau masuuuukkk!!! *ngambek, nangis*
U: *Mungkin si mas sudah melakukan uji kesimpulan: karena tadi orang masuk, maka kereta berhenti. Jadi, bila mas juga masuk, kereta akan berhenti juga .D*
V. Aku Mau Naik Becaaaakkk!!! Aku mau naik Ojeeekkk!!!
Sedang bepergian dengan mobil nte Karin.
Nte Karin: Kok mas cemberut?
M:*masih cemberut*
Nte Karin: Kenapa sih?
U: Lagi ngambek nte.
M:Aku ngga ngambek, aku ngga suka naik mobil!!
Nte Karin: Ngga suka dinginnya AC ya mas?. Jendela kirinya buka dikit aja deh.
M:*mbuka jendela dikit dan tenang untuk beberapa saat*
U: Lho kok cemberut lagi nak?
M: Aku ngga suka jendela dibuka. Aku ngga suka naik mobil!!!!!.
U: Yah gimana dong, kita kan lagi di jalan tol.
M: Aku mau turun, aku mau naik becaaakkkk!!!. Aku mau naik ojekkkk!!! *dan maaaraaah lagi*
VI. Wooww Aku Punya Uang Banyaaaak Sekaliii
E: Lihat ummi, aku punya uang banyaaaak sekaliii. Dua puluh ribu!*maklum suka diberikan ama mbah2nya*
U: Wah iya yah.
E: Aku di rumah ngga pernah punya uang dua puluh ribu, paling hanya 5 Euro, dikiit sekali.
U:*nahan ketawa, hihihi..maklum abis si emas belum kenal istilah kurs sih ya*
VII. Punya Uang Banyak Ya Mi?
Mengingat di rumah, kami ngga pernah beli produk Mc Donald selain sesekali minumannya, maka di Indonesia saya memberikan kesempatan pada Emas untuk beli produk Mc Donald di Indonesia yang halal.
E: Horeee, aku boleh beli di Mc Donald *hihihi maklum, emang ngga pernah dibeliin ama emaknya
*
U: Iya, tapi ngga boleh sering. Sayang uangnya.
E: Iya, aku juga ngga mau sering beli: sayang uangnya dan ngga sehat.*lagi ngantri dan Mc Donald Depok sedang penuuuhhh sekali*
E: Ummi, di sini orang punya uang banyak sekali ya?
U: Kenapa nanya nak?
E: Kan Mc Donald mahal ummi, itu pa-ket mu-rah harganya 12.000. Tapi semua makan di Mc Donald.
U: Wah ummi ngga tau nak, cuma yang pasti ummi ngga mau sering beli di sini, lebih baik makan gado gado ajah.
E: Iya aku tahu mi. Tuh lihat, anak yang suka nyanyi di bis aja beli es krim di Mc Donald. Jadi ngamen gitu banyak uang ya mi?
U: Iya mungkin mas, tapi ummi mah lebih suka makan es biasa ajah.
E: Tapi aku ngga suka es sih. *mikiirr* Iya mi, mereka semua banyak uang. Tuh makan siang aja di sini.
U:![]()
VIII: Harus Dibersihin Ummi, Kasih Tahu Ibu Itu!
Kami sedang berjalan menyusuri kawasan pemukiman kumuh di sekitar depok untuk mengenalkan salah satu arti bersyukur pada emas. Rumah berhimpitan, dan anak anak kecil bermain dengan asyik di samping tumpukan sampah.
E: Ummi, kenapa ada rumah kecil kecil begini?
U: Ya mungkin karena mereka ngga punya uang nak buat tinggal di rumah yang agak besaran. Karenanya emas harus bersyukur dan berterimakasih ama Dia ya. Baik sekali kan Dia ama kita sekeluarga.
E: Iya mi. Tapi kasihan ya mi, rumahnya gelap, sempit. Jalanan ini juga sempit.
U: Iya, kasihan mereka ya nak. Tapi mereka ngga ada pilihan lain nak.
E: Aku kalo punya uang akan bantu mereka.
U: Amin, karenanya emas harus pintar, jadi anak sholih dan ntar bisa jadi orang kaya yang baik hati ya.
E: He eh. *ngeliatin anak anak main di dekat tumpukan sampah* Kenapa sampahnya ngga dibuang di tempatnya mi?
U: Mungkin ada tempatnya, mungkin juga ndak nak. Tapi memang sebenarnya sampah ngga boleh ditumpuk sembarang begitu. Jadi sumber penyakit.
E: Iya, ngga bersih dan jorok. Harus dibersihkan ummi, kasih tau ibu itu*serius*
U: *lhaaa emangnya ummi inspektor sampah nak*.
IX. Mbahhh, Jangan Buang Sembarangan!
Emas sedang diajak keliling depok dengan angkot oleh mbah putrinya.
E: Mbah, aku duduk di depan ya.
Mbah: Boleh *sambil makan jagung*
E: Aku mau jagungnya mbah.
Mbah: *mbelah jagung jadi dua, trus beberapa rambut rambut jagungnya akan dibuang keluar*
E: Mbah, jangan buang sembarangan!. Di rumah aku, mbah bisa dihukum! *seriuss*
Mbah: *malu* Hihihi, iya ya, mbah salah. Ngga boleh buang sembarangan ya..
E: Iya, mbah harus buang sampah di tempatnya!

Baru!!